Budaya Nusantara
Ae mato Lara
oleh Sitti Syathariah
Informasi Buku
- Penulis
- Sitti Syathariah
- Penerbit
- Balai Bahasa Provinsi Riau
- Kota terbit
- Pekanbaru
- Tahun terbit
- 2023
- Bahasa
- Indonesia
- Jenjang baca
- Remaja (SMP)
- Jumlah halaman
- 51 halaman
- Ukuran file
- PDF · 4.9 MB
- Ditambahkan
- 01 Oktober 2026
Sinopsis / Deskripsi
Aki baru saja meninggal dunia. Lara dan semua keluarga sangat kehilangan. Uwan sangat sedih ditinggal Aki. Lara sangat ingin menyenangkan hati Uwan. Apalagi Ramadan sudah akan tiba. Biasanya Aki membuat lampu Colok dari bambu untuk menerangi halaman rumah. Lampu Colok merupakan tradisi masyarakat Melayu Riau. Lampu Colok itu akan meyala pada malam menjelang idul fitri. Sepanjang jalan dan rumah-rumah penduduk akan terang. Lara tidak ingin melihat Uwan bersedih. Lara ingin membuat Lampu Colok untuk Uwan, tapi siapa yang akan mengambil bamboo? Kakek sudah tidak ada. Lara mencari informasi di google tentang Lampu Colok. Dia menemukan cara membuat lampu colok dari kaleng bekas. Lara mengajak Dilla mencari kaleng bekas di rumah seorang pemulung, yaitu Pak Cik Salim. Lara dan Dilla membawa sembako untuk Pak Cik Salim. Abah ikut membantu Lara dan Dilla membuat Lampu Colok. Ternyata Lampu Colok yang dibuat banyak sekali. Lara dan Dilla menjual lampu Colok itu kepada kawan-kawannya. Uang hasil penjualan Lampu Colok itu dibelikan baju koko untuk Pak Cik Salim. Lara membeli baju koko di took online di sebuah aplikasi jual beli karena lebih murah dan praktis. Abah dan mak juga memberikan peci dan kain ssalat untuk Pak Cik Salim. Pemulung yang baik itu sangat senang menerima bingkisan itu.
Buku bacaan budaya nusantara terbitan Balai Bahasa Provinsi Riau, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
Buku bacaan budaya nusantara terbitan Balai Bahasa Provinsi Riau, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
Terbitan Badan Bahasa Kemendikdasmen — akses terbuka, untuk pendidikan (tidak diperjualbelikan)