Biografi
H. B. Jassin dan gema Gorontalo
Literasi, lokalitas, dan keindonesiaan di panggung dunia
oleh Basri Amin
Informasi Buku
- Penulis
- Basri Amin
- Penyunting
- Sukardi Gau
- Penerbit
- Badan Penelitian dan Pengembangan Bahasa
- Kota terbit
- Gorontalo
- Tahun terbit
- 2019
- ISBN
- 978-602-53283-4-3
- Bahasa
- Indonesia
- Jenjang baca
- Remaja (SMP)
- Jumlah halaman
- 156 halaman
- Ukuran file
- PDF · 10.8 MB
- Ditambahkan
- 01 Oktober 2026
Sinopsis / Deskripsi
Buku ini adalah sejenis “laporan sementara” yang mampu saya persembahkan kepada sidang pembaca. Tak ada rencana awal untuk menulis seorang tokoh besar yang dimiliki oleh republik ini. Sebagaimana kata Gus Dur, H.B. Jassin adalah “raksasa”. Di sebuah kesempatan, Jassin juga pernah menggunakan perlambangan, tentang bagaimana mungkin bisa memukul “gajah dengan sebatang lidi”. Dengan analogi yang sama, manalah mungkin bisa menghasilkan sebuah buku yang memadai tentang orang besar di bidang kesusastraan yang menguasai dengan baik setidaknya empat bahasa ilmu pengetahuan di dunia. Kita butuh banyak buku tentang H.B. Jassin. Sejauh ini, tema kajian yang saya kembangkan sejak 2015 adalah tentang jejak-jejak literasi Gorontalo di awal abad ke-20. Alhamdulillah, perjalanan untuk tema ini sudah berbuah buku “Menggerakkan Roda Zaman: Rujukan Sejarah Perempuan Gorontalo” (2017). Dalam proses yang serupa, ketertarikan saya kepada sisi-sisi biografis dari perkembangan literasi Gorontalo kemudian menemukan pintu masuk baru, yakni pembentukan kelas menengah-awal Gorontalo. Mereka adalah kalangan terdidik paling awal yang bersentuhan dengan tiga dunia sekaligus: lokalitaskampung halaman (daerah), aspirasi dan kesadaran nasional (nasionalisme) dan koneksi bacaan dunia (globalitas). Diakui, hampir seluruh data tentang tema ini bersifat fragmentaris, sebagaimana terlacak pada sejumlah surat, tulisan di koran/majalah, foto-foto, memoar, dan di artikel-artikel media tercetak. Pengantar 8 Sejak Juli 2018, dalam keadaan yang dikepung dengan “data literasi”, sejumlah dugaan, praduga dan perasaan, yang kesemuanya hadir silih berganti dengan pikiran-pikiran sendiri yang hendak saya bangun, muncullah satu keyakinan bahwa masih ada “sesuatu” yang masih tersisa yang ditinggalkan orang (pakar, sastraw...
Buku bacaan biografi terbitan Badan Penelitian dan Pengembangan Bahasa, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
Buku bacaan biografi terbitan Badan Penelitian dan Pengembangan Bahasa, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
Terbitan Badan Bahasa Kemendikdasmen — akses terbuka, untuk pendidikan (tidak diperjualbelikan)