Sampul Karupet si anak ikan duyung
Baca Sekarang Unduh PDF
Dilihat
5
Dibaca
8
Diunduh
7
Dongeng & Cerita Rakyat

Karupet si anak ikan duyung

Cerita rakyat dari Papua Barat

oleh Purwaningsih Purwaningsih

Informasi Buku

Penulis
Purwaningsih Purwaningsih
Penyunting
Ovi Soviaty Rivay
Penerbit
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kota terbit
Jakarta
Tahun terbit
2016
ISBN
9786024371319
Bahasa
Indonesia
Jenjang baca
Remaja (SMP)
Jumlah halaman
66 halaman
Ukuran file
PDF · 1.9 MB
Ditambahkan
01 Oktober 2026

Sinopsis / Deskripsi

Cerita Karupet Si Anak Ikan Duyung bersumber dari cerita rakyat Papua Barat yang dituturkan oleh Bapak Fransiskus Yadantrar. Cerita Karupet Si Anak Ikan Duyung merupakan salah satu cerita rakyat Papua Barat yang telah disarikan dari kisah suku Kalabra yang ada di wilayah Papua Barat. Cerita Karupet Si Anak Ikan Duyung banyak mengandung nilai-nilai budaya yang patut diteladani anak-anak. Cerita ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang terlahir dari seekor ikan duyung yang bernama Karupet. Tokoh Karupet ini merupakan pemuda yang rendah hati, tangguh, dan pantang menyerah. Ia terlahir sebagai pemuda yang memiliki tubuh yang tidak sempurna. Seluruh tubuhnya bersisik seperti ikan. Dalam cerita tersebut, Karupet menikah dengan wanita yang bernama Ajolo. Seekor buaya ajaib telah membantu Ajolo melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Meles. Setelah persalinan selesai, sang buaya ajaib memberi pesan kepada Karupet dan seluruh keluarganya untuk tidak memburu binatang yang ada di sungai Warsamsung. Pada suatu saat, Meles, melakukan kesalahan dengan memburu seekor buaya yang ada di sungai Warsamsung. Atas kejadian tersebut, Meles telah dianggap melanggar pesan yang disampaikan oleh buaya ajaib. Sebagai hukuman atas pelanggaran yang dilakukan Meles, ia dibawa oleh buaya ajaib untuk menggantikan buaya yang telah diburunya. Di sungai Warsamsung terdapat sebuah batu yang bentuknya menyerupai manusia. Masyarakat setempat meyakini batu tersebut sebagai penjelmaan jasad Meles. Sejak saat itu, penduduk yang tinggal di sekitar Sungai Warsamsung, tidak berani berburu buaya untuk dimakan atau diambil kulitnya. Masyarakat setempat memercayai bahwa buaya adalah binatang yang dilindungi.

Buku bacaan dongeng & cerita rakyat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.

Terbitan Badan Bahasa Kemendikdasmen — akses terbuka, untuk pendidikan (tidak diperjualbelikan)

Sumber: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/4150/

Buku Terkait

Dongeng & Cerita Rakyat

Mengenal Kabupaten Sambas

Amanah Hijriah, Hari Purwiati, Eka Winarti

59 Hal. Detail

Dongeng & Cerita Rakyat

Vova Sanggayu

Suryami Suryami, Dewi Puspita

61 Hal. Detail

Dongeng & Cerita Rakyat

Asal - usul nama Banjar Angkah/legenda Gok Raksasa

I Gde Wayan Soken Bandana

64 Hal. Detail

Dongeng & Cerita Rakyat

Hikayat Bayan Budiman

Ekawati

69 Hal. Detail

Dongeng & Cerita Rakyat

Antologi cerita rakyat Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Provinsi Maluku

Soplanit Anna P., Mainake Aprilia Beatrix, Urlialy Betsi Paulina, Latukolan Debby

206 Hal. Detail