Dongeng & Cerita Rakyat
Kisah tiga dewa pendiri jagat Besemah
Cerita rakyat Sumatera Selatan
oleh Dian Susilastri
Informasi Buku
- Penulis
- Dian Susilastri
- Penyunting
- Triwulandari Triwulandari
- Penerbit
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Kota terbit
- Jakarta
- Tahun terbit
- 2016
- ISBN
- 9786024371364
- Bahasa
- Indonesia
- Jenjang baca
- Remaja (SMP)
- Jumlah halaman
- 84 halaman
- Ukuran file
- PDF · 926.6 KB
- Ditambahkan
- 01 Oktober 2026
Sinopsis / Deskripsi
Besemah adalah nama suku yang mendiami daerah lembah Gunung Dempo di Kota Pagaralam, Sumatra Selatan dan sekitarnya. Menurut kisah para orang tua, ada tiga dewa yang menjadi puyang (nenek moyang) orang Besemah, yaitu Dewa Gumay, Dewa Semidang, dan Dewa Atung Bungsu. Mereka bertigalah yang membuka lahan, membuat peradaban, dan menyebarkan jurai (keturunan) suku Besemah hingga hampir menguasai wilayah Sumatra Selatan, sebagian Jambi, dan Bengkulu. Kisah Tiga Dewa Pendiri Jagat Besemah ini diolah kembali dari sebagian penuturan narasumber jeme (orang) Besemah tentang legenda Besemah. Kisah yang diceritakan oleh narasumber ini merupakan salah satu versi dari berbagai kisah legenda jagat Besemah. Dalam versi buku ini, legenda Besemah dibuat sebagai kisah dengan imajinasi yang diramu dari sumber utama ditambah sumber lainnya. Dengan demikian, adalah wajar apabila pembaca menemukan kisah yang agak berbeda tentang legenda Besemah ini. Tiga dewa yang menjadi tokoh dalam buku ini, Dewa Gumay, Dewa Semidang, dan Dewa Atung Bungsu, memiliki peran masing-masing dalam mendirikan Jagat Besemah. Mereka juga memiliki kisah dan pengalaman dalam mengemban misi mendirikan jagat Besemah. Semoga dari kisah legenda ini, pembaca dapat mengambil hikmahnya
Buku bacaan dongeng & cerita rakyat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
Buku bacaan dongeng & cerita rakyat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
Terbitan Badan Bahasa Kemendikdasmen — akses terbuka, untuk pendidikan (tidak diperjualbelikan)