Sampul Pandemi, sekoci, dan beduk Masjid
Baca Sekarang Unduh PDF
Dilihat
7
Dibaca
8
Diunduh
6
Cerpen

Pandemi, sekoci, dan beduk Masjid

Antologi cerita pendek kelas menulis cerpen

oleh Mas Ahmad Zamzama Nuruddin, Farah Ramadanti, Miftahul Huda, Aldeansyah Prima Naufal

Informasi Buku

Penulis
Mas Ahmad Zamzama Nuruddin, Farah Ramadanti, Miftahul Huda, Aldeansyah Prima Naufal
Penyunting
Asef Saeful Anwar
Penerbit
Balai Bahasa Provinsi D.I. Yogyakarta
Kota terbit
Yogyakarta
Tahun terbit
2020
ISBN
9786239274580
Bahasa
Indonesia
Jenjang baca
Remaja (SMP)
Jumlah halaman
154 halaman
Ukuran file
PDF · 4.6 MB
Ditambahkan
01 Oktober 2026

Sinopsis / Deskripsi

Buku ini merupakan hasil kegiatan Kelas Menulis Cerpen yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi DIY tahun 2020, yang dilaksanakan selama tiga hari, dengan peserta adalah generasi muda (siswa dan mahasiswa) di DIY. Kecenderungan pertama dari cerita-cerita dalam buku ini adalah adanya usaha sejumlah penulis untuk melibatkan dirinya pada situasi sosial di sekitarnya. Usaha melibatkan diri ini terlihat dari bagaimana mereka mengolah sumber cerita, yang (1) memang berasal dari pengalaman personalnya dan (2) berdasarkan apa yang mereka baca.

Buku bacaan cerpen terbitan Balai Bahasa Provinsi D.I. Yogyakarta, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.

Terbitan Badan Bahasa Kemendikdasmen — akses terbuka, untuk pendidikan (tidak diperjualbelikan)

Sumber: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/28607/

Buku Terkait

Cerpen

Aku, si bunga daerah

Daffa Daffa Inanda Nabila, dkk.

279 Hal. Detail

Cerpen

Cerpen dan dongeng

Suyitman Suyitman

61 Hal. Detail

Cerpen

Suara-suara bangku sekolah

Wuri Dian Trisnasari

151 Hal. Detail

Cerpen

Aku dan Buku

Erni Wardhani, Sukmawati Sukmawati, Yosep Rustandi, Yovie Kyu

59 Hal. Detail

Cerpen

Asa literasi dalam pandemi covid-19

Nanik Sumarsih, Mursid Saksono, Endang Siswanti, Sumarjo Sumarjo

214 Hal. Detail

Cerpen

Momuhuto

Irfandi Ontalu, Udrus Dama, Lenny Mustapa, Vivi Oktaviani Pulukadang

307 Hal. Detail