Puisi
Warahan
Angkat Punyimbang Pekon Ampai Punjung, Banjar Negeri, Negeri Waylima, Kecamatan Kedondong Pesawaran
oleh Mega Faivayanti
Informasi Buku
- Penulis
- Mega Faivayanti
- Penyunting
- Kiki Zakiyah Nur
- Penerbit
- Kantor Bahasa Provinsi Lampung
- Kota terbit
- Bandar Lampung
- Tahun terbit
- 2021
- ISBN
- 9786235682129
- Bahasa
- Indonesia
- Jenjang baca
- Remaja (SMP)
- Jumlah halaman
- 78 halaman
- Ukuran file
- PDF · 6.5 MB
- Ditambahkan
- 01 Oktober 2026
Sinopsis / Deskripsi
Bagaimana cerita selanjutnya? Kalau ingin tahu jawabannya, lanjutkan membaca ya teman-teman. Selamat membaca!
72
Warahan merupakan salah satu sastra lisan Lampung yang berkembang pada masyarakat adat Sai Batin.
Warahan ini terdiri atas empat pasal yang mengisahkan asal mula masyarakat adat Lampung, khususnya di kecamatan
Kedondong, Kabupaten Pesawaran.
Pasal-pasal tersebut berisi tentang pembukaan, silsilah kepindahan, susunan kedudukan, dan penutup. Pada pasal pertama, pewarah atau pencerita dengan kerendahan hati mengenalkan diri kepada pendengarnya, baik anak-anak atau masyarakat umum tentang maksudnya berbicara .
Sebelum pewarah berbicara lebih jauh, tidak lupa Ia juga menyapa para tetua kampung agar tutur katanya tetap terjaga dalam norma adat kesantunan.
Pasal kedua, warahan berisi tentang silsilah kepindahan keturunan Nabi Adam dan Hawa hingga akhirnya ke Waylima, Pesawaran. Diceritakan jika menurut tuturan orang tua dahulu, asal-usulnya oran g
Lampung dari Sanghiyang Sakti, Bangsawan asal
Pagaruyung, lalu menetap di Tanahpugung. Para bangsawan tersebut berjumlah 7 saudara, yaitu Buai
Tungau, Buai Babok, Buai Halom Perkasa, Buai Umpu
Selagai, Buai Sakha, Buai Jahik, dan Buai Bulan. Di antara
7 bersaudara tersebut, Umpu Selagai memiliki kesaktian yang paling tinggi. Umpu Selagai disebut juga dengan
Umpu Kesaktian Jitu. Dikisahkan jika Umpu Kesaktian
Jitu yang menjadi Ratu di Kuala bercabang empat dan anak keturunannyalah yang merantau ke penjuru negeri, dari hilir hingga ke hulu.
Warahan atau disebut juga wawarahan dalam bahasa Lampung berarti berita atau cerita, yaitu cerita yang disampaikan melalui nyanyian (dendang). Warahan menyampaikan kisah-kisah seperti kepahlawanan, asal mula suku Lampung, dan cerita anak-anak. Terjemahan puisi lisan yang berjudul Warahan: Angkat Punyimbang Pekon Ampai Punjung-Banjar Negeri merupakan sastra lisan milik masyarakat Pekon Ampai Punjung-Banjar Negeri, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Terdapat banyak nilai- nilai kemanusiaan di dalam karya sastra ini. Oleh sebab itu, sastra lisan ini layak dibaca dan sangat bermanfaat bagi siswa.
Buku bacaan puisi terbitan Kantor Bahasa Provinsi Lampung, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
72
Warahan merupakan salah satu sastra lisan Lampung yang berkembang pada masyarakat adat Sai Batin.
Warahan ini terdiri atas empat pasal yang mengisahkan asal mula masyarakat adat Lampung, khususnya di kecamatan
Kedondong, Kabupaten Pesawaran.
Pasal-pasal tersebut berisi tentang pembukaan, silsilah kepindahan, susunan kedudukan, dan penutup. Pada pasal pertama, pewarah atau pencerita dengan kerendahan hati mengenalkan diri kepada pendengarnya, baik anak-anak atau masyarakat umum tentang maksudnya berbicara .
Sebelum pewarah berbicara lebih jauh, tidak lupa Ia juga menyapa para tetua kampung agar tutur katanya tetap terjaga dalam norma adat kesantunan.
Pasal kedua, warahan berisi tentang silsilah kepindahan keturunan Nabi Adam dan Hawa hingga akhirnya ke Waylima, Pesawaran. Diceritakan jika menurut tuturan orang tua dahulu, asal-usulnya oran g
Lampung dari Sanghiyang Sakti, Bangsawan asal
Pagaruyung, lalu menetap di Tanahpugung. Para bangsawan tersebut berjumlah 7 saudara, yaitu Buai
Tungau, Buai Babok, Buai Halom Perkasa, Buai Umpu
Selagai, Buai Sakha, Buai Jahik, dan Buai Bulan. Di antara
7 bersaudara tersebut, Umpu Selagai memiliki kesaktian yang paling tinggi. Umpu Selagai disebut juga dengan
Umpu Kesaktian Jitu. Dikisahkan jika Umpu Kesaktian
Jitu yang menjadi Ratu di Kuala bercabang empat dan anak keturunannyalah yang merantau ke penjuru negeri, dari hilir hingga ke hulu.
Warahan atau disebut juga wawarahan dalam bahasa Lampung berarti berita atau cerita, yaitu cerita yang disampaikan melalui nyanyian (dendang). Warahan menyampaikan kisah-kisah seperti kepahlawanan, asal mula suku Lampung, dan cerita anak-anak. Terjemahan puisi lisan yang berjudul Warahan: Angkat Punyimbang Pekon Ampai Punjung-Banjar Negeri merupakan sastra lisan milik masyarakat Pekon Ampai Punjung-Banjar Negeri, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Terdapat banyak nilai- nilai kemanusiaan di dalam karya sastra ini. Oleh sebab itu, sastra lisan ini layak dibaca dan sangat bermanfaat bagi siswa.
Buku bacaan puisi terbitan Kantor Bahasa Provinsi Lampung, tersedia terbuka melalui Repositori Institusi Kemendikdasmen untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
Terbitan Badan Bahasa Kemendikdasmen — akses terbuka, untuk pendidikan (tidak diperjualbelikan)